Sain pada Nafas, Prana dan 5 Elemen di Swara Yoga


Bagian dari Sushumna terbuka hanya dengan kebangkitan Kundalini, yang ketika tidak aktif berada di Muladhara atau cakra akar. Setelah diaktifkan, energi Kundalini ini bergerak ke seluruh tubuh melalui saluran yang sangat halus yang disebut brahmanadi, yang terletak di dalam Sushumna.

  1. Nadi Ida. Nadi ini berasal dari pangkal tulang belakang (Muladhara) dan berfungsi sebagai saluran kiri. Mengalir di sisi kiri kolom tulang belakang dan berakhir di lubang hidung kiri dengan bercabang menjadi kapiler halus. Nadi ini menjadi aktif ketika pernapasan dilakukan oleh lubang hidung kiri. Karena Ida dianggap memberi makan dan memurnikan, energinya disebut feminin atau keibuan. Lubang hidung kiri terhubung dengan belahan otak kanan, sehingga bersifat emosional dan magis. Karena dominasinya selama siklus naik Bulan, itu disebut bulan. Nafas yang mengalir melalui lubang hidung kiri disebut Ida atau Nafas bulan.
  2. Nadi Pingala. Nadi ini berasal dari pangkal tulang belakang dan bertindak sebagai saluran yang tepat. Itu terletak di sisi kanan tulang belakang dan berakhir di lubang hidung kanan, juga dengan bercabang menjadi kapiler halus. Selama operasi lubang hidung kanan, nadi ini menjadi aktif. Itu terhubung dengan arus matahari dan energinya dianggap maskulin. Lubang hidung kanan terhubung dengan belahan otak kiri, menjadikannya verbal dan rasional. Karena dominan selama siklus turun Bulan, itu disebut matahari. Nafas yang mengalir melalui lubang hidung kanan disebut Pingala atau Nafas Matahari.
  3. Sushumna. Nadi ini berasal dari dasar tulang belakang dan terletak di antara Ida dan Pingala. Itu juga dikenal sebagai kanal pusat atau jalur utama. Energinya mengalir melalui bagian dalam tulang belakang. Ini menembus langit-langit dasar tengkorak dan berakhir di bagian atas tengkorak. Ketika udara mengalir di kedua lubang hidung secara merata, Sushumna nadi menjadi aktif. Sifatnya berapi-api. Nadi ini biasanya bekerja saat fajar atau senja secara otomatis dan juga untuk interval pendek, ketika peralihan dari satu lubang hidung ke lubang hidung lainnya terjadi. Semua manusia bernafas melalui kedua lubang hidung sebelum kematian, saat Sushumna menjadi aktif. 

Dengan demikian, melihat lubang hidung diberi nama sesuai dengan hubungannya dengan arus matahari dan bulan, yang masing-masing merupakan pemanasan dan pendinginan di alam. Melalui lubang hidung secara berkala, keseimbangan kimiawi dipertahankan di dalam organisme.

Berbagi adalah wujud Karma positif