Teknik Trataka dengan Cahaya Lilin


Istilah ‘Trataka‘ berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti “menatap” atau “memandang.” oleh karena itu, disarankan untuk menatap satu titik, untuk fokus pada sesuatu secara terus menerus dan menahan kecenderungan osilasi. Yoga terdiri dari enam cabang, yang darinya Hatha Yoga adalah salah satu cabang yang kuat dan populer. Arti harfiahnya adalah “kekuatan” dan karenanya mencakup teknik fisik Yoga. Trataka adalah teknik hatha yoga yang berada di bawah kategori Shatakarma/Shatkriya (enam teknik) dalam pemurnian wilayah pikiran frontal. Ini adalah ilmu visi. Shatkarma adalah serangkaian prosedur pembersihan dan pemurnian tubuh melalui cara yoga. Trataka adalah salah satu dari enam tindakan itu.

Ada beberapa poin untuk dilihat dan objek untuk difokuskan pada trataka, yaitu:

  • Nyala lilin,
  • Titik di dinding,
  • Bunga, langit, batu atau gunung,
  • Objek pengabdian atau ibadah, dewa atau idola, Siwa Lingga, mandala atau yantra, chakra, simbol Om,
  • Gambar sendiri di cermin atau bayangan dan bahkan matahari dan bulan.

Pemilihan simbol trataka harus dilakukan dengan hati-hati. Hal yang anda fokuskan dapat membangkitkan aspek keberadaan batin anda. Anda bahkan dapat memanifestasikan Kali (Dewi Hindu) jika anda fokus pada citranya dan juga dapat merasa takut dengan wujud menakutkannya jika anda belum belajar untuk melampaui itu.

Trataka dengan Nyala lilin, dianggap yang terbaik, paling praktis, dan paling aman, kecuali seorang guru menyarankan hal lain. Api bertindak sebagai magnet alami bagi mata dan pikiran, yang menarik penglihatan dan pikiran yang baik. Pikiran menjadi mampu mempertahankan citra yang sangat baik sesudahnya.

Trataka terdiri dari tiga jenis: 

  1. Trataka Eksternal (Antaranga). Menatap objek tertentu dengan mata terbuka dan fokus pada stimulus yang sama hingga air mata menetes dari mata. Pilihan objek menatap yang paling populer dan dipraktikkan adalah trataka ‘lilin api’ (dijelaskan di bawah). Ini adalah latihan persiapan untuk pemula yang ingin memperdalam latihan meditasi. Ini juga membangun Dharna (konsentrasi), ke-6 dalam 8 anggota tubuh yoga pada praktisi.
  2. Trataka Tengah (Madhya). Di Madhya tidak ada objek eksternal yang dipilih untuk menatap daripada menatap difokuskan pada bagian tengah alis ( Shambhavi Mudra ) dan di ujung hidung anda (nasikagra drishti). Hal ini juga dapat dilakukan dengan memperbaiki pandangan pada titik hitam yang dicetak di atas kertas putih. Madhya Trataka meningkatkan kewaspadaan pada orang tersebut dan juga menumbuhkan kesadaran dalam Ajna chakra.
  3. Trataka Internal (Bahiranga). Ketika latihan trataka eksternal dikuasai, maka praktisi dapat menatap ke dalam kekosongan; itu adalah trataka internal. Di trataka ini, Praktisi memusatkan pikiran pada objek yang dibayangkan secara internal dengan mata tertutup.

Objek internal yang paling dibayangkan di trataka internal adalah bagian tengah alis, jantung, atau pusar. 

Trataka diyakini bertindak berdasarkan “mata ketiga.” Ini adalah media membawa energi ke cakra Ajna. Dalam sistem Chakra, mata ketiga atau mata batin dianggap sebagai pintu gerbang menuju pencerahan dan kondisi pencerahan diri. Ini memediasi perjalanan kita menuju kesadaran yang lebih tinggi.

Trataka membuat kita dapat memvisualisasikan di luar lingkaran yang bisa dilihat mata manusia. Ini adalah kemampuan untuk melihat potensi sebenarnya, dan apa yang mungkin bisa dan terjadi.

Karenanya, latihan trataka digunakan untuk mengaktifkan chakra Ajna dan meningkatkan kepekaan mata batin serta kebijaksanaan yang lebih tinggi. Trataka membuka pusat energi ini dan menumbuhkan kemampuan psikis untuk mengembangkan indra keenam, yang membantu untuk berkomunikasi dengan pikiran dan mendapatkan kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari.

Jika kita kembali ke tradisi, teknik meditasi ini memungkinkan persepsi masa lalu, sekarang, dan masa depan dengan kejelasan yang sama. Disamping hal diatas Trataka memperkuat otot-otot mata dan juga membersihkan mata.

Kapan Harus Berlatih Trataka?

Berikut ini adalah beberapa kondisi dan pengaturan waktu yang tepat untuk mendapatkan hasil terbaik dari latihan Trataka Anda.

Tidak ada waktu khusus untuk trataka. Namun disarankan sekitar jam 4-6 pagi setelah melakukan Asana dan Pranayama. Di pagi hari, pikiran lebih jernih dan mata lebih segar, hal ini sangat mendukung meningkatkan latihan trataka.
Apabila dilakukan larut malam sebelum tidur dan sebelum melantunkan (Japa) atau meditasi, akan membantu untuk melakukan perjalanan jauh ke dalam pikiran.
Jika konsentrasi menjadi sulit, bayangkan anda bernapas dalam garis lurus, antara pusat alis dan chakra Ajna di bagian belakang kepala.

Berbagi adalah wujud Karma positif