Bilwa Ashtakam



Daun Bilwa (Aegle marmelos), yang memiliki banyak daun, dengan setiap daun yang terdiri dari tiga daun sangat disayangi oleh Dewa Siwa. Mempersembahkan daun ini kepada Dewa Siwa menyenangkannya terutama pada Hari Siwaratri. Ada beberapa kisah bagaimana orang mendapat keselamatan dengan menawarkan satu daun Bilwa kepada Dewa Siwa.

Bilvashtakam adalah doa yang didedikasikan untuk Dewa Siwa. Doa ini dilakukan dengan melantunkan Shtakam sambil melakukan Abishekam dengan Bilva Patra atau daun lonceng. Bilvashtakam secara luas dinyanyikan selama Shivaratri, Masa Shivarathri, Pradosha Shiva Puja, Arudra Darisanam atau Arudra Mahostavam. Secara umum diyakini bahwa kombinasi nyanyian Bilvashtakam, dan persembahan daun bilva bermanfaat bagi berkah Dewa Siwa. Seseorang diberkati dengan kebahagiaan abadi, kemurnian hati dan kemakmuran. Kisah mitologis Gurudruh, seorang pemburu yang kejam, mengaitkan manfaat ibadah lingga Siwa dalam konteks ini.


Bilwa Ashtakam


Tridalam trigunakaaram trinethram cha triyayusham,
Trijanma papa samharam Eka bilwam shivarpanam. | 1

Saya mempersembahkan sehelai daun Bilwa kepada Dewa Siwa,
Yang memiliki tiga daun,
Yang menyebabkan tiga kualitas,
Yang seperti tiga mata Siwa,
Yang seperti tiga serangkai senjata,
Dan yang menghancurkan dosa dari tiga kelahiran.

Trishakhai bilwapathraischa hyachidrai komalai shubai,
Siwa poojam karishyami, Eka bilwam shivarpanam. | 2

Saya mempersembahkan sehelai daun Bilwa kepada Dewa Siwa,
Yang memiliki tiga tunas,
Yang tidak memiliki lubang,
Yang baik dan cantik,
Dan menyembah Dewa Siwa.

Aganda bilwa pathrena poojithe nandikeshware,
Shudhyanthi sarva papebhyo, Eka bilwam shivarpanam. | 3

Saya mempersembahkan sehelai daun Bilwa kepada Dewa Siwa,
Saya mempersembahkan daun yang belum dipotong,
Kepada tunggangannya dewa Nandi,
Kita disucikan dari segala dosa kita.

Salagrama shilamekaam vipranam jatha cha arpayeth,
Soma yagna maha punyam, Eka bilwam shivarpanam. | 4

Saya mempersembahkan sehelai daun Bilwa kepada Dewa Siwa,
Karena itu setara dengan menawarkan saligrama kepada seorang brahmana,
atau berkah besar keluar dari pertunjukan Soma Yaga,

Dandi koti sahasrani vajapeya sathani cha,
Koti kanya maha danam, Eka bilwam shivarpanam. | 5

Saya mempersembahkan sehelai daun Bilwa kepada Dewa Siwa,
karena itu sama dengan memberi hadiah kepada ribuan gajah,
Atau melakukan ratusan pengorbanan api,
atau memberikan miliaran gadis.

Lakshmyasthanutha uthpannam mahadevasya cha
priyam , Bilwa vruksham prayachami, Eka bilwam shivarpanam. | 6

Saya mempersembahkan sehelai daun Bilwa kepada Dewa Siwa,
karena itu sama dengan memberikan pohon Bilwa,
yang lahir dari dada Lakshmi,
dan yang sangat disayangi oleh Dewa Siwa.

Darshanam bilwa vrukshasya, sparsanam papa nasanam,
Aghora papa samharam, Eka bilwam shivarpanam. | 7

Saya mempersembahkan sehelai daun Bilwa kepada Dewa Siwa,
Seperti melihat dan menyentuh sebatang pohon Bilwa,
Membasuh dosa-dosa orang dan juga dosa-dosa besar.

Kasi kshethra nivasam cha kala bhairava darshanam,
Prayaga madhavam drushtwa, Eka bilwam shivarpanam. | 8

Saya mempersembahkan sehelai daun Bilwa kepada Dewa Siwa,
Setelah tinggal di kota Kasi,
Melihat Kala Bhairawa,
Dan juga mengunjungi kuil
Madhawa di Allahabad.

Moolatho brahma roopaya, madhyatho Wisnu roopini
Agratha shiva roopaya, Eka bilwam shivarpanam | 9

Saya mempersembahkan sehelai daun Bilwa kepada Dewa Siwa,
Saat Brahma berada di dasarnya,
Dewa Wisnu tinggal di tengahnya,
Dan Dewa Siwa hidup di ujungnya.

Bilwashtakam idham punyaam, padet shiva sannidhou,
Sarva papa nirmuktha Siwa loka maapnuyath. | 10

Membaca oktet suci Bilwa ini,
Di hadapan Dewa Siwa,
Akan menyelamatkan seseorang dari segala dosa,
Dan pada akhirnya membawanya ke dunia Siwa.

Berbagi adalah wujud Karma positif