Mantram Gayatri



भूर् भुवः सुवः

तत्सवितुर्वरेण्यं

भर्गो॑ देवस्यधीमहि

धियो यो नः प्रचोदयात्

 

Oṃ bhūr bhuvaḥ svaḥ

Tat savitur vareṇyaṃ

bhargo devasya dhīmahi

dhiyo yo naḥ prachodayāt

 

“OM. Wahai Engkau keberadaan Yang Mutlak, Pencipta dari tiga dimensi, kami merenungkan cahaya Ilahi-Mu. Semoga Engkau merangsang kecerdasan kami dan memberikan kepada kami pengetahuan sejati.”.

Mantra Gayatri melambangkan prana kosmik. Ini terdiri dari 24 suku kata yang berisi seluruh bentuk prana. Gayatri bukan hanya formula atau kombinasi kata-kata. Dalam Veda dan Upanishad berulang kali mengatakan, “OM adalah nada; Gayatri adalah prana.” Gayatri dibuat dari OM. OM mewakili prinsip nada dari suara. Dalam urutan penciptaan, suara ini dikembangkan lebih lanjut, dan keadaan mantra ‘M’ yang dikembangkan dikenal sebagai Gayatri. Para guru spiritual mengatakan bahwa mantra asli adalah OM, karena itu adalah bija mantra universal. Namun, itu adalah invokasi yang sangat kuat dan kadang-kadang calon tidak memenuhi syarat atau dipersiapkan untuk pengalaman itu.

Dengan demikian, orang bijak telah bersusah payah untuk menemukan bentuk OM yang lebih ringan, dan mantra Gayatri diungkapkan kepada mereka, yang dapat dipraktikkan orang biasa tanpa efek negatif. Menurut filsafat Veda, Gayati memiliki tiga bentuk prana. Jadi Gayatri, sebagai Ibu prana, dipandang sebagai seorang gadis kecil, polos dan kekanak-kanakan, di pagi hari; sebagai seorang wanita muda yang menawan mekar penuh di siang hari, dan sebagai seorang wanita tua mewujudkan kebijaksanaan atau jnana di malam hari. Warna Gayatri di pagi hari merah seperti matahari terbit; pada siang hari dia berwarna emas, dan di malam hari abu-abu berasap. Ini adalah karakteristik prana, yang diwakili oleh berbagai bentuk Gayatri, dan ini adalah bagaimana para penyembah Gayatri dapat memvisualisasikannya selama ibadah tiga kali sehari.

Untuk pemula bahwa mantra Gayatri diarahkan ke matahari fisik, tetapi pada akhirnya setelah mengalami kemajuan diarahkan ke kecemerlangan matahari internal. Matahari bagian dalam harus bersinar sehingga kesadaran menjadi tercerahkan. Ia melambangkan matahari yang menerangi seluruh dunia dan juga diri batiniah yang menerangi semua bidang keberadaan dan kesadaran. Matahari eksternal hanya menerangi dunia kotor, tetapi ketika pencerahan batin terjadi, semua bidang keberadaan menjadi jelas.

Detail Tentang Gayatri dimuat dalam Buku Amrita Kundalini dan Dharsana Keesaan

 

Berbagi adalah wujud Karma positif